Tampilkan postingan dengan label Tugas Sekolah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas Sekolah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 Juni 2012

Sistem Imun Manusia (BIOLOGI guys)



sistem imun imunitas manusia suplemen bee propolis thymus kekebalan tubuh madu lebah lekosit sel darah putihIbarat payung yang digunakan di kala hujan atau matahari terik, sistem imun melindungi tubuh kita dari berbagai kuman dan mikro-organisme setiap hari. Bila tidak ada perlindungan itu, maka tubuh kita akan mudah diinfeksi oleh kuman dan mikro-organisme tersebut.
Sistem imun kita terdiri dari rangkaian sel, protein, jaringan otot, dan organ-organ tertentu. Sel yang terlibat dalam sistem imun manusia adalah lekosit (sel darah putih) yang diproduksi dan disimpan di berbagai lokasi di tubuh, seperti thymus, limpa, dan sumsum tulang. Dari lokasi-lokasi tersebut, lekosit menyebar ke seluruh organ tubuh melalui pembuluh limpatik dan pembuluh darah. Dengan demikian, sistem kekebalan tubuh dapat bekerja secara terkoordinasi dalam mengawasi pertahanan tubuh kita.
Ada dua jenis lekosit, yakni fagosit dan limposit. Fagosit adalah sel-sel yang menghancurkan organisme pengganggu, sementara limposit adalah sel-sel yang mengingat dan mengenali para pengganggu sebelumnya dan kemudian membantu tubuh untuk menghancurkan mereka.
Rangkaian sel, protein, jaringan otot, dan organ-organ tertentu itu adalah bagian dari sistem imun yang melindungi manusia dalam serangkaian proses yang dinamai respon imun. Karena ada respon imun, maka sistem imun kita dapat menyerang para pengganggu penyebab berbagai penyakit tersebut.
Sistem respon itu dimulai ketika suatu antigen (substansi asing yang menyerang tubuh) memasuki tubuh. Tubuh kemudian mengenali dan merespon antigen tersebut dengan cara memicu produksi antibodi (protein khusus yang diarahkan untuk antigen tertentu juga).
Bila sudah diproduksi, antibodi itu akan bertahan di dalam tubuh dan bersiaga untuk menghalau antigen yang telah dikenali sebelumnya. Makanya, bila seseorang sudah pernah terkena suatu penyakit tertentu, misalnya cacar air, biasanya ia tidak akan terkena penyakit yang sama untuk kedua kalinya.
Konsep itulah yang mendasari cara kerja imunisasi. Vaksin imunisasi memperkenalkan tubuh terhadap antigen tertentu. Antigen itu diformulasikan sedemikian rupa untuk tidak membuat tubuh sakit, melainkan memicu tubuh untuk memproduksi antibodi yang akan melindungi tubuh dari serangan antigen tersebut. Dengan demikian, antibodi itu diharapkan akan melindungi tubuh dari serangan antigen sejenis di masa depan.
sistem imun imunitas manusia suplemen bee propolis thymus kekebalan tubuh madu lebah lekosit sel darah putihWalau antibodi mampu mengenali antigen dan menempatkannya sebagai sasaran, antibodi tidak dapat menghancurkannya tanpa bantuan. Di sinilah sel-T menunjukkan kemampuannya sehingga lumrah bila sel-T dikenal dengan nama "sel pembunuh".
Selain mengenali dan menargetkan antigen, antibodi juga dapat menetralkan racun yang diproduksi oleh berbagai organisme. Pun, antibodi punya wewenang untuk mengaktivasi "komplemen", satu kelompok protein yang merupakan bagian dari sistem imun dan berfungsi membantu membunuh bakteri, virus, atau sel yang terinfeksi.
Semua bagian sistem imun itu bekerja melindungi tubuh kita dari berbagai penyakit. Perlindungan itu dinamai imunitas. Namun, imunitas setiap orang berbeda. Ada yang terlihat selalu sehat, ada yang mudah sakit. Seiring pertambahan usia, antibodi kita pun mengenal semakin banyak antigen. Itulah sebabnya orang dewasa cenderung lebih jarang sakit dibandingkan anak-anak.
Perbedaan itu bisa terletak pada salah satu dari tiga jenis imunitas yang pada dasarnya dimiliki oleh setiap orang.
Pertama, imunitas natural ada di dalam tubuh kita sejak kita lahir. Imunitas ini membuat tubuh kita terlindung dari kuman-kuman yang dapat menyerang makhluk lain. Makanya, virus yang menyebabkan leukemia pada kucing tidak berpengaruh apa pun pada manusia. Demikian juga sebaliknya.
Loh, kok manusia bisa terkena flu burung atau flu babi?
Virus flu burung dan flu babi yang menyerang manusia adalah varian virus yang sudah bermutasi sehingga dapat menembus imunitas kita. Memang ditulari oleh hewan, namun masuk ke dalam tubuh manusia dalam bentuk mutan baru.
Jenis kedua, yakni imunitas adaptif, adalah imunitas yang berkembang seumur hidup kita karena tubuh kita terkena serangan penyakit atau mendapat vaksinasi.
Imunitas pasif adalah jenis yang ketiga. Dinamai pasif karena "dipinjam" dari sumber lain dan bertahan untuk waktu singkat. Misalnya ASI. Melalui ASI, seorang Ibu memberikan antibodinya kepada si bayi sehingga memberikan imunitas sementara terhadap antigen-antigen yang telah dikenali oleh antibodi tersebut saat masih berada di dalam tubuh sang ibu. Antibodi itu akan melindungi si bayi di masa-masa awal pertumbuhannya.
Namun, seperti payung yang terkadang tak dapat melindungi seluruh tubuh kita dari terpaan hujan, imunitas pun tak selalu berhasil menjalankan tugasnya. Inilah penyebab mengapa kita menjadi sakit atau terinfeksi.
Biasanya hal tersebut disebabkan oleh berbagai masalah. Ada empat kategori penyebab masalah pada sistem imun manusia, yakni gangguan immunodefisiensi, autoimun, alergi, atau kanker pada bagian tertentu di sistem imun.

Jumat, 22 Juni 2012

Praktikum Kalorimeter

Praktikum kalor kalorimeter dan perubahan entalpi suatu reaksi

i am with Rahmah
_______________________________________________


I. Tujuan Praktikum : 
Menentukan besarnya kapasitas kalor kalorimeter dan perubahan entalpi suatu reaksi.

II. Alat dan Bahan
a) Alat yang digunakan :
Nama Alat Dan Jumlah
Gelas kimia 100 mL 4 buah
Pipet tetes 1 buah
Kalorimeter 1 buah
Termometer 1 buah
Kaki tiga 1 buah
Pembakar spiritus 1 buah
Kawat kasa 1 buah
Batang pengaduk 1 buah
Botol semprot 1 buah
Stopwatch 1 buah
Gelas ukur 1 buah
Neraca analisis digital 1 buah
Kaca arloji 1 buah

b). Bahan yang digunakan :
Nama Bahan Jumlah
Kristal NaOH 2 gram
Larutan HCl 1 M 50 mL
Larutan NaOH 1 M 50 mL
Aquades 200 mL

III Cara Kerja :
A. Penentuan Kapasitas Kalor Kalorimeter 
a) Masukkan 50 mL aquades ke dalam kalorimeter dan diaduk, dan catatlah suhunya!
b) Sementara itu, panaskan 50 mL aquades yang ada dalam gelas kimia sampai suhunya 40oc     
c) Masukkan 50 mL aquades panas (40 oC) ke dalam kalorimeter yang telah berisi 50 mL aquades tadi, sambil terus diaduk!
d) Amati dan catatlah suhu aquades yang ada di dalam kalorimeter setiap 30 detik dengan menggunakan termometer,(lakukan pengamatan selama ± 10 menit )!
e) Catatlah suhu maksimum campuran ( T.maks )!

B. Penentuan Entalpi Pelarutan
a) Tiimbanglah sebanyak 2 gram kristal NaOH dengan menggunakan neraca analisis!
b) Masukkan 100 mL aquades dalam kalorimeter!
c) Ukurlah suhu aquades dalam kalorimeter dengan menggunakan termometer, dan dicatat  sebagai suhu awal ( T0 )!
d) Masukkan kristal NaOH yang telah ditimbang tersebut ke dalam kalorimeter yang telah diisi aquades, diaduk sampai larut!
e) Catatlah suhu campuran setiap 30 detik, mulai dari kristal NaOH dimasukkan sampai dengan menit ke-5!
f) Catatlah suhu awal campuran ( T.awal ) dan suhu akhir campuran ( T.akhir )!

C. Penentuan Entalpi Netralisasi
a) Masukkan 50 mL larutan HCl 1 M ke dalam kalorimeter!
b) Catatlah suhunya dengan menggunakan termometer ( THCl )!
c) Masukkan 50 mL larutan NaOH ke dalam gelas kimia!
d) Catatlah suhunya dengan menggunakan termometer ( TNaOH )!
e) Hitunglah suhu awalnya ( T.awal )!
f) Tuangkan 50 mL larutan NaOH 1 M tersebut ke dalam kalorimeter yang telah berisi 50 mL larutan HCl 1 M!
g) Ukurlah suhu campuran dalam kalorimeter setiap 30 detik, sampai menit ke-5; sambil terus diaduk!
h) Hitunglah suhu akhir rata-rata campuran ( T.akhir )

IV. Tabel Data Pengamatan :
A. Penentuan Kapasitas Kalor Kalorimeter 
No Data yang diamati Hasil Pengamatan LUPA SAYA
1 Suhu awal aquades dalam kalorimeter ( Td ) 
2 Suhu awal aquades panas ( Tp ) 
3 Suhu campuran aquades ( T1-T20 ) 
4 Suhu maksimum campuran ( T.maks ) 
5 Kalor jenis air ( c ) 1 kal / gram.0C
6 Massa aquades dingin ( md ) 
7 Massa aquades panas ( mp ) 
8 Massa jenis air ( ρ ) 1 gram/mL

B. Penentuan Entalpi Pelarutan
No Data yang diamati Hasil Pengamatan LUPA SAYA
1 Massa kristal NaOH 
2 Suhu awal aquades dalam kalorimeter ( T0 ) 
3 Suhu campuran aquades+NaOH ( T1-T10 ) 
4 Suhu awal campuran ( T.awal ) 
5 Suhu akhir campuran ( T.akhir ) 
6 Kalor jenis air ( c ) 1 kal / gram.0C
7 Massa larutan ( m ) 
8 Kapasitas kalor kalorimeter ( C ) ( Hasil dari perhitungan A )
9 Massa jenis air ( ρ ) 1 gram/mL


C. Penentuan Entalpi Netralisasi
No Data yang diamati Hasil Pengamatan LUPA SAYA :)
1 Massa 50 mL HCl 1 M 
2 Massa 50 mL NaOH 1 M 
3 Suhu awal larutan HCl ( THCl ) 
4 Suhu awal larutan NaOH ( TNaOH ) 
5 Suhu awal rata-rata larutan ( T.awal ) 
6 Suhu campuran ( T1-T10 ) 
7 Suhu akhir rata-rata campuran ( T.akhir ) 
8 Kalor jenis larutan ( c ) 1 kal / gram.0C
9 Massa larutan ( m ) 
10 Kapasitas kalor kalorimeter ( C ) ( Hasil dari perhitungan A )
11 Massa jenis air ( ρ ) 1 gram/mL